Setiap kendaraan modern saat ini dilengkapi dengan sistem diagnostik onboard (OBD) yang dapat mendeteksi berbagai masalah pada mesin, sistem emisi, hingga sensor-sensor penting lainnya. Salah satu sinyal yang paling umum muncul adalah lampu indikator check engine. Namun, tidak banyak yang tahu bahwa jumlah atau pola kedipan dari indikator ini bisa memberikan petunjuk awal terhadap jenis masalah yang sedang terjadi.
Apa Itu Indikator Check Engine?
Indikator check engine adalah bagian dari sistem OBD-II yang dirancang untuk memantau kesehatan mesin dan sistem pendukung lainnya. Saat sistem ini mendeteksi adanya gangguan, ia akan memberi sinyal melalui indikator pada panel instrumen.
Mengapa Indikator Bisa Berkedip?
Kedipan pada indikator check engine bukanlah sekadar hiasan—ini adalah cara kendaraan “berkomunikasi” dengan pengemudi. Ada dua jenis respons yang umum:
- Menyala tetap (steady light): menandakan ada masalah, tetapi tidak mendesak.
- Berkedip (flashing): menandakan masalah serius, seperti misfire berat, yang bisa merusak catalytic converter jika terus dibiarkan.
Mengenal Pola Kedipan dan Artinya
Beberapa kendaraan menggunakan metode “blink code” yang bisa dibaca tanpa alat diagnostik. Contohnya:
- Kedipan sebanyak 1 kali, jeda, lalu 2 kali bisa berarti kode 12 – umumnya menandakan awal proses diagnosa.
- Kedipan 4 kali, jeda, lalu 3 kali bisa berarti kode 43 – potensi masalah pada sistem pengapian atau sensor tertentu.
Namun, sistem ini hanya berlaku pada kendaraan model lama. Kendaraan modern biasanya memerlukan scanner OBD-II untuk membaca kode kesalahan, yang muncul dalam format seperti P0301 (misfire pada silinder 1) atau P0420 (efisiensi katalitik converter rendah).
Menggunakan Scanner OBD-II
Untuk kendaraan terbaru:
- Sambungkan alat OBD-II ke port yang umumnya terletak di bawah dashboard.
- Nyalakan kontak tanpa menghidupkan mesin.
- Alat akan membaca kode dan menampilkan arti setiap kode kesalahan.
Penting untuk tidak mengabaikan pola kedipan, terutama jika lampu berkedip cepat—ini bisa berarti risiko kerusakan besar jika terus dikendarai.
Tindakan Setelah Mengetahui Kode
Setelah mengetahui kode:
- Cek manual kendaraan untuk penjelasan kode.
- Lakukan pemeriksaan fisik jika memungkinkan (cek kabel busi, filter udara, sensor).
- Bawa ke bengkel terpercaya untuk penanganan lebih lanjut.
Lampu check engine bukanlah sekadar ikon yang menyala saat Anda lupa menutup tangki bensin. Pola kedipannya bisa memberi sinyal penting tentang kondisi kesehatan kendaraan Anda. Dengan mengenali pola kedipan ini, Anda bisa mengambil langkah yang tepat sebelum kerusakan menjadi lebih parah—dan lebih mahal. Jadi, lain kali indikator itu berkedip, anggap saja itu adalah “kode morse” dari kendaraan Anda yang butuh perhatian.
Author: Imam Pramana
Editor: Tim Editor WINAZ
Dilansir dari berbagai sumber